29 November 2021

Dari Balap Liar Banyak Menimbulkan Hal Buruk

4 min read

Sumber : Unsplash.com/Colin Lloyd

Ottifo.com – Fenomena ini di kalangan remaja sudah tidak asing lagi untuk diperbincangkan. Pergaulan remaja di zaman seperti ini sudah banyak yang dapat merugikan bagi dirinya dan orang lain. Contohnya, balapan liar mereka melakukan kegiatan tersebut sebagai ajang kegiatan kebut – kebutan seperti beradu kecepatan kendaraan, baik itu sepeda motor maupun mobil. 

Balapan liar sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan remaja dan sangat diminati. Remaja melakukan kegiatan balap liar sebagai hobi. Di balik kata “hobi” menjadikan sebuah alasan untuk remaja melakukan kegiatan itu. Mulai dari hobi memodifikasi kendaraannya untuk mengikuti balap liar ataupun hobi berkendara kebut – kebutan di jalan. 

Sebenarnya, tidak hanya sebagai penyalur hobi melainkan adanya niat terselubung dalam kegiatan tersebut yang biasanya ada sebuah taruhan untuk mendapatkan barang maupun perjudian yang bisa menghasilkan uang. Balapan liar ini tidak individu namun berkelompok dan dapat menciptakan sebuah kelompok baru. Kegiatan tersebut termasuk ke dalam kenakalan remaja, yang merupakan masalah sosial karena menyimpang dan tidak sesuai dengan aturan norma yang ada. Kasus seperti ini bisa masuk ke dalam tindakan kriminal, yang dapat merugikan dirinya dan orang lain. 

Adanya peraturan yang dibuat pada Pasal 297 Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 berbunyi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor berbalapan di jalan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115 huruf b, dipidana kurungan paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 3.000.000. Adanya peraturan ini agar para remaja maupun oknum yang ikut serta tidak melakukan kegiatan tersebut. Namun, kegiatan tersebut tetap dilaksanakan secara diam – diam. 

Kegiatan seperti ini biasanya dilakukan pada malam menjelang pagi hari. Alasan dilakukan di waktu tersebut untuk menghindari aparat kepolisian. Jalan yang digunakan juga harus sepi dikarenakan saat melakukan balapan tidak diselenggarakan di lintasan balap resmi melainkan di jalan raya umum.

Balapan liar ini sangat merugikan, yang dapat membahayakan pesertanya yaitu kematian. Dikarenakan saat melakukan kegiatan tersebut tidak memakai perlengkapan untuk perlindungan diri. Seperti jaket, helm, sarung tangan dan lain sebagainya. Jika balapan diselenggarakan di jalan raya yang masih banyak pengendara lain berlalu lalang maka kegiatan tersebut dapat merugikan. Meskipun banyak korban yang berjatuhan tidak membuat mental para remaja takut untuk mengikuti balap liar. 

Lantas, apa respon masyarakat dengan kegiatan balap liar?

Seperti yang dikutip dalam Jurnal Budaya Hukum Balap Liar di Ibukota, pihak yang dirugikan dalam kegiatan menyimpang ini adalah masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melewati jalur tersebut. Pasti sebagian masyarakat dan pengguna jalan yang di lingkungannya terdapat kegiatan balap liar, oleh anak remaja pada saat ini sangat mengganggu dalam banyak hal. Dikarenakan kegiatan tersebut dapat merugikan mereka, seperti terganggu saat melintas dan ingin beristirahat di malam hari, lingkungan jadi berisik dan tidak nyaman. 

Masyarakat biasanya sudah memiliki inisiatif untuk melaporkan kegiatan balap liar tersebut ke pihak yang berwajib. Tetapi, meskipun aparat kepolisian sudah turun ke lapangan untuk mengatasi kasus balap liar tersebut, itu tidak menjadi hambatan bagi remaja yang mengikuti, maka mereka sudah menyiapkan diri jika terjadi pembubaran atau patroli yang dilaksanakan oleh aparat kepolisian. 

Walaupun banyak yang lolos dalam proses pembubaran, ada beberapa remaja yang ditangkap oleh pihak kepolisian namun dibebaskan dikarenakan belum cukup dalam segi umur untuk berdiam diri di dalam sel tahanan. Adanya kegiatan pembubaran dan patroli tidak membuat para remaja menjadi kapok dan jera untuk tetap melaksanakan kegiatan tersebut. 

Seharusnya memiliki sanksi yang harus ditegakkan agar para remaja tidak melakukan kegiatan yang dapat merugikan dirinya dan orang lain. Remaja yang melakukan hal – hal seperti ini biasanya adalah kurang memiliki perhatian dari sosok keluarga. 

Sosok keluarga berperan penting dalam pertumbuhan anak yang menginjak proses ke remaja dalam pendewasaan. Jika anak tersebut tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang penuh dari keluarganya, pasti akan terjerumus ke ranah seperti kenakalan remaja. Sangat disayangkan kasus seperti ini susah untuk diatasi karena yang dapat mengatasi hanya dari keluarga. 

Sementara itu, seperti yang dilansir dari Kompasiana.com ada dampak negatif yang ditimbulkan saat mengikuti kegiatan balap liar, di antaranya: 

  1. Membahayakan keselamatan diri sendiri, apalagi tidak menggunakan perlengkapan keselamatan yang memenuhi kriteria berkendara. 
  2. Membawa hal buruk bagi dirinya dan orang lain. Pelaku yang masih ada di jenjang sekolah akan dirugikan oleh waktu, karena harusnya saat malam hari yang biasa digunakan untuk istirahat, tetapi mengikuti kegiatan balapan. 
  3. Dapat memancing perilaku yang menyimpang. Misalnya pengedar narkoba yang gampang untuk masuk ke dalam kalangan pembalap liar. Tindakan kekerasaan jika terjadi kekalahan. 

Dengan adanya kegiatan balap liar ini sangat merugikan. Diharapkan tidak ada lagi kegiatan balap liar dan meminimalisir adanya tindakan kriminal yang dilakukan oleh remaja saat ini. Selain itu, aparat kepolisian dapat segera menuntaskan masalah balap liar agar kegiatan tersebut ditiadakan. Untuk para remaja yang masih mengikuti kegiatan balap liar, harus disadarkan karena ini akan amat merugikan baik dirinya maupun orang lain. Kegiatan itu tidak menimbulkan manfaat yang baik.

Dengan menghindari kegiatan balap liar, dapat menyelamatkan nyawa mereka dan orang lain. Daripada melakukan kegiatan negatif, lebih baik digunakan untuk melakukan kegiatan yang positif dan dapat menguntungkan bagi diri sendiri dan orang lain. Menjadi remaja yang bermanfaat bagi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *