1 Desember 2021

Pak No, Pria Lansia Penarik Becak Sederhana

2 min read

Pak No Tukang Becak/Foto : Isvie Wulandari

Ottifo.com –  Di zaman yang serba canggih ini, siapa yang tak membutuhkan transportasi? Transportasi tentu menjadi salah satu kebutuhan masyarakat yang mutlak untuk dipenuhi. Selain mempengaruhi aktivitas, transportasi pun mempengaruhi perekonomian manusia hingga perekonomian negara. Di antara banyaknya jenis transportasi yang ada, salah satunya terdapat transportasi yang mulai dilupakan. Mulai dari anak muda hingga lanjut usia pun jarang menggunakannya. Transportasi itu tak lain ialah becak. Di samping becak tergolong ke dalam jenis transportasi usang yang tua, jenis transportasi ini dianggap jadul atau bahkan kuno oleh beberapa kalangan masyarakat.

Dibalik ciri-cirinya yang usang, becak menyimpan beberapa manfaat lain. Salah satunya ialah transportasi ini tidak menimbulkan asap yang dapat mengganggu pernafasan apalagi transportasi ini pun tidak menimbulkan polusi udara. Hadirnya becak ini juga memberi alternatif bagi kalangan menengah ke bawah, khususnya para ibu-ibu rumah tangga yang sederhana dan memiliki keterbatasan dalam menangani tuntutan biaya transportasi yang semakin mahal. Tarif atau ongkos yang di pasang oleh para penarik becak pun tak semahal transportasi lain. Terlebih apabila dibandingkan dengan ojek online, dimana tarifnya sesuai dengan jarak yang ditempuh. Jadi, semakin jauh tujuan penumpangnya maka semakin mahal pula tarifnya.

Pak No, pria lansia berumur 70 tahun yang bekerja sebagai penarik becak asal Lumajang, Jawa Timur ini selalu stay dengan becaknya di Jalan Buring Ijen, Malang mulai dari jam 07.00 hingga 18.00 WIB. Ia sudah menjadi penarik becak pada tahun 1971. Sejak adanya Covid-19, sangat mempengaruhi perekonomiannya sebagai penarik becak. Ia kerap tidak mendapatkan pelanggan hingga tak memiliki pemasukan untuk dibawa pulang ke anak dan istrinya. Setiap hari, ia selalu mengandalkan para warga di perumahan Ijen untuk memberinya sumbangan makanan.

Pak No sedang menunggu penumpang dengan duduk di becaknya yang sederhana/Isvie Wulandari

Pak No terlihat sedang menerima penumpang dan bersiap untuk diantarkan/Isvie Wulandari

Terlihat dari samping Pak No mengantarkan penumpang dengan mulai mengayuh sepedanya/Isvie Wulandari

Dari jauh, terlihat pak No mengantarkan penumpangnya melewati jalan di Ijen ditengah teriknya matahari di siang hari/Isvie Wulandari

Diantara keramaian lalu lintas di Jalan Ijen, Malang, becak pak No tetap mengambil jalur kiri yang tidak mengganggu kenyamanan pengendara lain/Isvie Wulandari

Ditengah lalu lintas yang dipenuhi transportasi lain seperti motor, mobil, dan angkot, pak No tetap memilih menjadi penarik becak untuk mengais rejeki/Isvie Wulandari

Nampak belakang pak No yang mengantarkan penumpang dan ingin menyeberang untuk berpindah jalur/Isvie Wulandari

Pak No yang masih berkeliling menghantarkan penumpangnya di kawasan Ijen, Malang/Isvie Wulandari

Pak No tetap menaati peraturan lalu lintas dengan mengambil jalur yang semestinya dan tak menghalangi pengendara motor atau mobil lain/Isvie Wulandari

Pak No mengantarkan penumpangnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker/Isvie Wulandari

Pak No mengantar pulang penumpang di panasnya terik matahari siang hari dengan tak mengeluh/Isvie Wulandari

Tampak belakang pak No yang sedang menunggu penumpang lain untuk menggununakan jasanya dengan becak sederhananya tersebut/Isvie Wulandari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *