30 November 2021

Perihal Etika, Inilah Krisis Adab Berkendara

4 min read

Merokok di Jalan/Foto : Amilia Lusintha

Ottifo.com –  Etika berkendara merupakan hal yang perlu dimiliki oleh pengendara, khususnya pengendara sepeda motor. Saat ini tak sedikit kita temui pengendara sepeda motor yang dengan santainya memotong jalur dan menyerobot. Bahkan yang paling parah ialah pengendara sambil merokok dan membuang putung rokok seenaknya. Tak hanya itu saja, terdapat pengendara yang membuang ludah sembarangan tanpa mengindahkan kendaraan lain dibelakangnya. Tentunya hal tersebut bukan hanya soal berkendara saja, namun rupanya dapat membahayakan keselamatan pengendara itu sendiri bahkan orang lain, dan juga menyinggung tentang perilaku serta adab sopan santun pengendara di jalan yang sangat tidak layak untuk dicontoh.

Lantas, apa saja etika berkendara yang wajib dan perlu diterapkan oleh pengendara di jalan?

  • Sabar

Permasalahan yang paling utama dari pengendara khususnya pengendara sepeda motor ialah kesabaran. Kemacetan sudah menjadi hal yang lumrah di kota-kota besar di Indonesia. Namun hal tersebut menjadi acuan pengendara untuk mengesampingkan kesabarannya dan membuat logika pengendara hilang. Yaitu dengan menggunakan klakson sembarangan dan memotong jalur melalui trotoar misalnya. Padahal jika berfikir dengan jernih, bisa saja memikirkan solusi dengan mencari jalan alternatif lain. Ingat Sobat OT, bukankah sabar merupakan sebagian dari iman?

  • Penggunaan Sein

Salah satu etika yang cukup buruk pagi pengendara motor adalah penggunaan sein. Sudah jelas pasti Sobat OT sering menemui pengendara yang tiba-tiba belok tanpa menggunakan lampu sein-nya terlebih dahulu kan? Bahkan tanpa disadari mungkin kita sendiri pernah melakukannya secara tidak sengaja. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus bagi kita pengguna kendaraan saat dijalan. Sebab memperhatikan penggunaan lampu sein ini sangat penting dalam berkendara. Paling tidak sekitar 200 meter sebelum berbelok, kita sudah menyalakan atau memberikan lampu penanda pada kendaraan.

  • Tidak Asal Menggunakan Klakson

Perlu diketahui, tidak ada pengendara yang senang saat diklakson. Maka dari itu janganlah mengklakson pengendara lain tanpa sebab. Guna dari klakson yaitu sebagai isyarat peringatan atau anggap saja komunikasi antara kendaraan-kendaraan yang ada di jalan. Jadi saat kita sedang mendapati gangguan dalam berkendara, seperti kendara lain yang terlalu dekat dengan kendaraan kita, atau adanya pengendara yang asal berhenti dijalan, maka gunakanlah klakson sebagai alat pengingat. Jangan sampai kita sebagai pengendara mengintimidasi pengendara melalui klakson. Bijaklah dalam menggunakan klakson ya Sobat OT!

  • Memotong Jalur Secara Mendadak

Biasanya pengendara yang memotong jalur secara mendadak dan tergesa-gesa karena dikejar waktu, membuat mereka secara spontan melakukan hal tersebut. Namun bukan berarti hal itu dijadikan sebagai alasan. Karena keselamatan nyawa dalam berkendara itu sangat penting. Bahkan selain menjaga keselamatan pada diri sendiri, dalam berkendara kita juga perlu memperhatikan kendaraan di sekitar. Maka dari itu jangan sampai kita memotong jalur secara mendadak. Sebab tak hanya diri sendiri yang mengalami bahaya, tetapi pengendara lain juga terkena imbasnya dari etika berkendara yang kamu lakukan. Biasakan untuk tidak  terburu-buru dalam berkendara sebelum terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati.

  • Menghormati Pengendara Lain

Sudah sepatutnya sesama pengendara jalan kita wajib menghormati satu sama lain. Maksudnya ialah bagaimana kita mempersilahkan pengendara lain saat ingin menyalip karena keadaan yang mendesak. Begitupula pengendara yang diberikan jalan tadi perlu mengucapkan terimakasih baik dengan cara melambaikan tangan ataupun membunyikan klakson.

  • Merokok Saat Berkendara

Merokok dan membuang putung rokok secara sembarangan saat berkendara adalah etika paling buruk yang masih sering ditemui di Indonesia. Selain berdampak pada diri sendiri, kebiasaan tersebut juga berbahaya bagi pengguna jalan yang lainnya. Maka dari itu terdapat larangan bagi pengendara yang suka merokok saat mengendarai, baik itu pengguna roda dua maupun roda empat. Larangan tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat. Dalam aturan tersebut ditegaskan pada pasal 6 huruf C yaitu dilarang untuk tidak merokok saat mengemudi kendaraan.

 

Dilansir dari Kompas.com bagi pengendara yang melanggar aturan akan dijerat pasal 283 yakni “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).” Tentunya larangan merokok saat berkendara ini disinggung langsung oleh Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC), yang menyampaikan bahwa adanya potensi bahaya merokok sambil berkendara. Alasannya karena pengendara yang merokok akan terdistraksi atau memusatkan perhatian pada rokok.

Menerapkan etika dalam berkendara atau tata cara perilaku dalam berkendara yang baik dan aman telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLA). Secara lebih luas dalam aturan ini berisi tentang pelanggaran melakukan aktivitas lain selain berkendara yang diperuntukan untuk semua pengemudi kendaraan. Adanya aturan tersebut pastinya untuk meminimalisir dari banyaknya faktor yang menyebabkan kecelakaan. Seperti tidak mematuhi tata tertib rambu lalu lintas dan juga kebiasaan pengendara yang kurang disiplin.

Etika dalam berkendara sebenarnya sangat sederhana dan mudah untuk diterapkan. Meskipun begitu hal tersebut justru memiliki dampak yang besar dalam keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara. Melansir dari okeotomotif tujuan dari adanya etika berkendara ialah untuk menghormati, menghargai serta menjaga keselamatan diri sendiri dan juga untuk orang lain. Karena saat ini kebanyakan pemakai jalan jarang yang punya motto ‘sedia payung sebelum hujan’. Mereka lebih menyukai kehujanan dulu baru memakai payung. Nah, demikian pula dengan pengendara sepeda motor yang belum beretika. Kalau belum kejadian maka belum jera.

Etika berkendara sangat penting diterapkan dalam berkendara, sebab hal tersebut menyangkut keselamatan dari pengendaranya itu sendiri. Siapa pun pasti tidak ingin mengharapkan terjadinya sebuah kecelakaan. Solusinya, tentu saja harus dimulai dari diri kita sendiri. Kita tidak akan pernah tahu dan tidak pernah mau celaka, tetapi jika itu bisa dicegah lalu kenapa tidak?

1 thought on “Perihal Etika, Inilah Krisis Adab Berkendara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *