2 Desember 2021

Sempat Terseret Arus, KMP Yunice Tenggelam di Gilimanuk

2 min read

Sumber : Hasanah.id

Ottifo.com – Pada Selasa (29/6/2021) di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali tengah digegerkan dengan peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Penumpang Yunice (KMP). Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pada sekitar pukul 19.00 WITA.  Kapal yang dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi di pukul 17.00 WITA menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali diperkirakan membutuhkan estimasi kurang lebih satu jam perjalanan. Namun, belum sampai di tempat tujuan kapal tersebut mengalami musibah.

Kapal Motor Penumpang Yunice ini memiliki panjang 56,5 meter dengan lebar 8,6 meter. Diduga kapal tersebut ketika akan melakukan standar di utara lampu merah Gilimanuk, Bali, terjadi black out dan mati mesin karena memiliki syarat banyak muatan besar. Akhirnya kapal terseret arus, terbalik dan dikabarkan tenggelam menghilang.

Menurut AKP I Putu Raka Wiratma, Kasat Polairud Polres Jembrana menyatakan “Proses evakuasi sudah ada di Gilimanuk, tim pamulan BPBD sudah standby sebanyak  tujuh unit ambulans. Kami dari tim polairud juga sudah mengarahkan tiga unit kapal motor polisi untuk melakukan penyisiran,” ujarnya ketika di wawancara di Breaking News TvOne.  Selanjutnya, ia juga menyatakan bahwa kapal tersebut memuat penumpang maupun alat kendaraan lain. “Sejauh ini diperkirakan di dalam kapal tersebut ada truk sedang 17 unit, mobil keluarga 5 unit, sementara penumpang terdaftar 41 orang,” ujarnya.

Nahasnya, dalam peristiwa ini terdapat satu korban meninggal dunia yang ditemukan dan sudah dibawa oleh kapal evakuasi ke RSUD Blambangan, Banyuwangi. Korban tersebut adalah berjenis kelamin pria, berasal dari Banyuwangi dan berprofesi sebagai petugas ASDP. Sementara untuk penumpang yang selamat, telah dievakuasi pula ke Pelabuhan LCM Ketapang, Banyuwangi. Di antara para korban yang selamat, banyak yang mengalami luka-luka maupun shock atas peristiwa tersebut. Di sisi lain, proses evakuasi dilakukan di Ketapang, Banyuwangi karena menurut perhitungan tim evakuasi memperkirakan para korban lebih baik dievakuasi ke Banyuwangi karena lebih dekat dibanding ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Selain itu, I Putu Raka juga menjelaskan bahwa kendala yang dialami oleh tim evakuasi adalah hari yang gelap dan di sisi lain juga kapal yang sudah tak nampak di permukaan. “Untuk kendala, kapal tak lagi nampak karena situasi dalam keadaan gelap gulita. Sedangkan kalau cuaca dan gelombang air laut hanya landai-landai saja. Jadi aktivitas penyebrangan kapal laut yang lain tetap berjalan seperti biasa,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *